Tadabbur
Sedih itu, sedih ini. Sedih dengan perbagai perkara. Kematian, kemalangan,
kehilangan, cacian dan makian, umpatan orang dan sebagainya.
Ada
juga yang bersedih dengan rupa parasnya, bersedih dengan kejadiannya, bersedih
mengenangkan nasibnya, sedih dengan cara hidupnya.
Tidak
kurang juga yang sedih dengan dirinya yang lemah, keimanannya yang rendah,
ibadahnya yang sedikit dan sebagainya.
Ada
waktu, memang manusia akan merasakan kesedihan.
Mungkin
Anda pernah membaca ayat ini: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah
bersama kita.”(At-Taubah:40)
Dari
ayat ini, kita sudah mengetahui cara menghilangkan kesedihan, kecemasan, dan
ketakutan yaitu bi zikrillah, dengan berzikir memuji Allah.
Saat
saya mengalami kesedihan, ketakutan, atau kecemasan, ada tiga kalimat yang
sering saya gunakan untuk berzikir.
Istighfar,
memohon ampun kepada Allah.
La
haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali
dengan pertolongan Allah)
Hasbunallaah
wa ni’mal wakiil (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah
sebaik-baiknya Pelindung)
Alhamdulillah,
kesedihan, kecemasan, dan ketakutan menjadi reda setelah berzikir dengan
kalimat-kalimat diatas. Harus diingat, zikir bukan sahaja di mulut tetapi harus
sampai masuk ke hati.
Cara
menghilangkan kesedihan ialah dengan berdoa seperti dicontohkan oleh Rasulullah
saw. Nabi pun meminta pertolongan Allah, apa lagi kita, jauh lebih memerlukan
pertolongan Allah. Maka berdoalah.
Ya
Allah, aku memohon perlindungan denganMu daripada keluh kesah dan kesedihan,
rasa lemah dan kemalasan, Aku memohon perlindungan denganMu daripada sifat
penakut dan kebakhilan, dan aku mohon perlindungan denganMu dari bebanan hutang
dan dikuasai seseorang (Hadith riwayat Abu Daud)
Doa
ini adalah diajarkan Rasulullah kepada Abu Umamah ra sewaktu Baginda mendapati
beliau sedang bersedihan didalam masjid.

0 komentar: